7 Macam Manfaat Super Mengkonsumsi Bawang Putih Mentah Untuk Kesehatan

Dengan aroma yang kuat dan khas, bawang putih telah digunakan di berbagai macam jenis masakan di seluruh dunia. Tetapi ketika anda mengkonsumsinya secara mentah, maka sayuran akar ini dapat memberikan lebih banyak manfaat ampuh lainnya. Bawang putih sendiri mengandung senyawa sulfur dengan kadar yang tinggi, yang mana dapat menyediakan efek positif terhadap kesehatan manusia.

Manfaat bawang putih sebagai makanan tersehat di dunia berada di tingkat kedua setelah kunyit, dan ketika artikel ini dibuat, terdapat setidaknya lebih dari 5100 artikel kesehatan yang mempelajari tentang kemampuan bawang putih baik itu untuk mencegah penyakit maupun meningkatkan kesehatan tubuh seseorang.

Dalam penelitian tersebut bahkan menjelaskan secara terperinci bahwa dengan mengkonsumsi bawang putih mentah, maka telah dikaitkan dengan berkurangnya resiko terkena 4 jenis penyakit penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia, yaitu penyakit jantung, stroke, kanker, dan infeksi. Bahkan The National Cancer Institute sendiri mengakui kemampuan bawang putih memiliki sifat anti-kanker yang sangat ampuh.

Dalam satu siung bawang putih saja, sudah mengandung berbagai macam nutrisi penting untuk anda, termasuk:

  • 1 gram karbohidrat
  • 0,2 gram protein
  • 0,1 gram serat
  • 0,1 mg mangan (3% dari yang direkomendasikan)
  • 0,9 mg vitamin C (2%)
  • 5,4 mg kalsium (1%)
  • 0,4 microgram selenium (1%)

Jadi sudah jelas, di samping anda menyukainya atau tidak, mengkonsumsi bawang putih sangatlah penting untuk meningkatkan kesehatan tubuh anda secara alami. Adapun beberapa manfaat yang bisa anda petik dari mengkonsumsi bawang putih mentah telah kami paparkan di bawah ini untuk anda.

Mencegah dan Mengobati Penyakit Jantung

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian nomor 1, diikuti oleh kanker yang berada di urutan ke dua setelahnya. Tetapi untungnya, bawang putih telah dikenal luas sebagai agen pencegahan dan pengobatan untuk berbagai macam penyakit kardiovaskular dan metabolik, termasuk aterosklerosis, hiperlipidemia, trombosis, hipertensi, dan diabetes.

Mungkin karakteristik dari bawang putih yang paling menakjubkan adalah kemampuannya dalam membantu membalikkan penyakit jantung dini dengan cara menghilangkan penumpukan plak di arteri. Sebuah studi acak yang dipublikasikan di Journal of Nutrition di tahun 2016 yang melibatkan 55 pasien berusia 40 hingga 75 tahun penderita sindrom metabolik menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat mengurangi plak dalam arteri koroner mereka.

Menurunkan Resiko Penyakit Kanker

Beberapa jenis sayuran allium, terutama bawang putih dan bawang merah dipercaya memiliki efek dalam mencegah terjadinya pembentukan kanker dan proses biologis lainnya sebagai pembentuk penyakit kanker karena kandungan senyawa sulfur bioaktif yang dimilikinya.

Dalam sebuah ulasan dari NIH National Cancer Institute menuliskan bahwa ‘telah banyak penelitian yang menunjukkan antara asupan bawang putih dengan berkurangnya resiko seseorang terkena kanker’, termasuk kanker perut, usus besar, esofagus, pankreas, hingga kanker payudara.

Hal ini karena efek protektif dalam bawang putih bisa timbul karena sifat anti-bakteri yang dimilikinya, dan kemampuannya dalam memblokir pembentukan zat penyebab kanker, menghentikan senyawa penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, mengurangi proliferasi sel, hingga menginduksi kematian sel di tubuh seseorang.

Jadi secara keseluruhan, bawang putih telah jelas terbukti menunjukkan berbagai macam potensi nyata dalam melawan kanker yang seharusnya tidak anda abaikan begitu saja.

Membantu Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

Fenomena menarik dari bawang putih juga datang dari kemampuannya dalam membantu mengontrol tekanan darah tinggi dalam tubuh seseorang. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu mereka yang menderita tekanan darah tinggi tak terkontrol, meskipun mereka telah mengkonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Dengan kata lain, bawang putih juga dapat menjadi pengobatan tambahan jika obat-obatan anda tidak begitu memberikan hasil yang signifikan.

Penelitian ini kemudian menjelaskan alasan di balik kemampuannya tersebut. Ternyata, bawang putih mengandung polisulfida yang dapat mempromosikan pembukaan atau pelebaran pembuluh darah sehingga berefek pada penurunan tekanan darah anda secara keseluruhan.

Mengobati Infeksi dan Pilek

Percobaan lainnya juga telah menunjukkan bahwa bawang putih (terutama senyawa kimia spesifik seperti allicin yang ditemukan dalam bawang putih) sangatlah efektif dalam membunuh begitu banyaknya mikroorganisme dalam tubuh yang biasanya menjadi penyebab infeksi dan pilek. Selain mengobati, bawang putih pun sangatlah efektif untuk mencegah anda terkena kedua gangguan kesehatan tersebut.

Sifat anti-mikroba, anti-virus, dan anti-jamur yang terdapat dalam bawang putih dipercaya dapat membantu meredakan penyakit pilek serta jenis infeksi lainnya. Jadi, pastikan anda untuk selalu mengkonsumsi berbagai macam makanan yang menyertakan bawang putih ke dalamnya saat anda tengah jatuh sakit.

Mengatasi Rambut Rontok (Alopecia)

Nah, selain dapat mengobati berbagai macam penyakit mematikan seperti yang sudah dijelaskan di atas, bawang putih mentah pun dapat anda gunakan untuk mengatasi kerontokan rambut, baik terhadap pria maupuan wanita. Menurut sebuah percobaan yang dilakukan oleh seorang peneliti dari Mazandaran University of Medical Sciences menemukan bahwa jika gel bawang putih diterapkan pada kulit kepala sebanyak dua kali selama 3 bulan maka dapat memberikan efek positif terhadap alopecia.

Alopecia sendiri merupakan penyakit autoimun umum yang menyerang kulit, sehingga menyebabkan kerontokan rambut pada kulit kepala, wajah, dan kadang-kadang hingga ke area tubuh lainnya.

Membantu Melawan Penyakit Alzheimer dan Demensia

Penyakit Alzheimer merupakan bentuk demensia yang dapat merampas kemampuan anda untuk dapat berpikir secara jernih, melakukan aktivitas sehari-hari, hingga membuat anda mengalami ketidakmampuan dalam mengingat orang-orang tersayang di sekitar anda. Bayangkan saja jika anda selalu dikelilingi oleh orang-orang yang terlihat asing setiap harinya, padahal nyatanya mereka adalah kenalan dan bahkan keluarga anda sendiri. Begitu menyeramkannya, bukan?

Untungnya, bawang putih mengandung antioksidan yang dapat mendukung mekanisme perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif, dimana bisa berkontribusi terhadap penyakit mengerikan yang satu ini.

Ketika berbicara mengenai seseorang penderita Alzheimer, plak peptida β-amyloid biasanya diamati di area sistem saraf pusat, dan deposit plak ini ditemukan menghasilkan produksi spesies oksigen reaktif dan kerusakan neuronal, atau sel pada sistem saraf.

Tetapi sebuah penelitian dari Journal of Neurochemistry sepertinya menemukan solusi dari permasalah tersebut, dimana mereka mempelajari sifat neuroprotektif dan neurorescue yang signifikan pada ekstrak bawang putih, serta senyawa aktif bernama S-allyl-L-cysteine (SAC) yang dimilikinya. Para peneliti tersebut kemudian menyimpulkan dari penelitian tersebut bahwa ekstrak bawang putih yang mengandung SAC dapat digunakan dalam mengembangkan obat untuk menyembuhkan penyakit Alzheimer di masa depan.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Alzheimer belum memiliki obat hingga saat ini, sehingga temuan tersebut bisa menjadi berita yang teramat sangat menggembirakan di dunia medis, terutama bagi para penderita penyakit Alzheimer.

Menghentikan Efek Diabetes

Bawang putih pun ternyata memiliki kemampuan dalam membantu mengatasi diabetes. Mengkonsumsi bawang putih telah terbukti dapat membantu mengatur kadar gula darah seseorang, berpotensi mengurangi, hingga menghentikan efek dari berbagai macam komplikasi diabetes, di samping kemampuannya dalam melawan infeksi, mengurangi kadar kolesterol jahat ‘LDL’, dan memperbaiki sirkulasi anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *